
Blog
7 Jenis Besi Konstruksi yang Paling Sering Dipakai

Besi konstruksi berfungsi sebagai tulang punggung struktur untuk menahan beban tarik, tekan, dan geser. Tanpa pemilihan material besi yang tepat, keamanan dan daya tahan sebuah bangunan akan sangat diragukan.
Secara garis besar, besi konstruksi sangat beragam, mulai dari besi beton, besi hollow, hingga profil baja berat seperti WF dan H-Beam. Tentu setiap profil ini memiliki fungsi spesifik dan karakteristik teknis berbeda yang tidak boleh saling menggantikan secara sembarangan.
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini!
1. Besi Beton (Rebar/ReinforcementBar)
Besi beton adalah jenis besi yang paling fundamental dalam konstruksi. Fungsinya adalah untuk memperkuat struktur beton bertulang (tiang, pondasi, sloof). Besi ini terbagi menjadi dua varian utama:
- Besi Beton Polos (Plain Bar): Permukaannya licin dan mulus. Biasanya digunakan untuk pengikat atau begel pada tiang. Sifatnya lebih lentur (mudah dibengkokkan) dengan daya ikat ke beton yang standar.
- Besi Beton Ulir (Deformed Bar): Memiliki permukaan bersirip atau berulir. Sirip ini berfungsi meningkatkan daya lekat (bonding) antara besi dan coran beton agar tidak mudah geser. Wajib digunakan untuk struktur utama bangunan bertingkat.
2. Besi Wide Flange(WF)
Sering disebut sebagai “besi I-WF” karena penampangnya yang menyerupai huruf “I”. Karakteristik fisik dari Besi WF adalah memiliki kekuatan tarik dan tekan yang sangat seimbang dan tinggi, serta sangat efisien dalam menahan beban gravitasi. Struktur bahannya sangat padat sehingga tidak mudah memuai atau menyusut meski terjadi perubahan suhu ekstrem.
Karena kekuatan superiornya ini, Besi WF menjadi pilihan utama untuk rangka struktur bangunan bentang lebar yang tidak menginginkan banyak tiang tengah. Contohnya, konstruksi jembatan, rangka gudang pabrik modern, hingga tiang pancang untuk gedung-gedung tinggi.
3. Besi H-Beam
Sesuai namanya, Besi H-Beam memiliki bentuk penampang seperti huruf “H” yang presisi, di mana lebar sayap (flange) dan tinggi badannya (web) memiliki ukuran yang cenderung sama (misalnya 100mm x 100mm).
Dimensi yang proporsional ini membuat karakteristik H-Beam jauh lebih kokoh dan stabil dibandingkan WF pada ukuran yang setara.
Kegunaan utamanya lebih difokuskan untuk menahan tekanan beban vertikal yang ekstrem, sehingga sering diaplikasikan sebagai kolom tiang penyangga jembatan layang atau konstruksi rel kereta api.
4. Besi Siku (Angle Bar)
Besi siku adalah salah satu profil baja yang paling serbaguna dengan bentuk menyiku 90 derajat menyerupai huruf “L”. Karakteristik besi ini cukup unik karena tersedia dalam variasi ketebalan yang beragam, mulai dari yang tipis untuk perabotan hingga yang tebal untuk struktur berat.
Tersedia dalam format polos maupun berlubang, besi siku menawarkan kemudahan dalam pemotongan dan penyambungan.
Kegunaanya sangat luas, mulai dari elemen non-struktural seperti pembuatan rak gudang, rangka tangga, dan tralis jendela, hingga elemen struktural pendukung seperti penguat pada menara tangki air (tower air).
5. Besi Hollow (Pipa Kotak)
Jika Anda melihat pagar atau kanopi rumah minimalis modern, kemungkinan besar material yang digunakan adalah besi hollow. Besi ini berbentuk pipa kotak (persegi atau persegi panjang) dengan rongga kosong di tengahnya (kopong).
Karakteristik utamanya adalah bobotnya yang relatif ringan namun tetap kaku dan kuat, serta permukaannya yang halus dan mudah dicat untuk keperluan estetika.
Terdapat dua jenis yang populer di pasaran:
- Hollow Galvalum: Tahan karat, cocok untuk plafon dan partisi.
- Hollow Galvanis: Lebih kuat, cocok untuk pagar.
6. Besi Kanal (UNP & CNP)
Besi UNP atau U-Channel memiliki karakteristik dinding yang tebal dan sangat kuat terhadap benturan, sehingga sering dipakai untuk gording atau dudukan atap bangunan besar serta rangka sasis kendaraan berat.
Sementara itu, Besi CNP atau Lip Channel memiliki ciri khas adanya tekukan kecil di ujung sisinya. Karakteristik ini membuatnya ideal untuk rangka atap (kuda-kuda) pada bangunan gudang, pabrik, atau toko karena ringan namun mampu menopang penutup atap (seng/galvalum) dengan baik.
7. Besi Wiremesh
Wiremesh adalah inovasi dalam dunia konstruksi yang menggantikan cara manual merakit besi beton. Material ini berupa jaring-jaring baja yang dibentuk dari kawat atau besi beton yang dianyam dan dilas listrik secara pabrikasi membentuk kotak-kotak presisi.
Ini banyak digunakan untuk penguat lantai cor (dak beton), jalan raya rigid pavement, hingga dinding penahan tanah. Menggunakan wiremesh terbukti mampu mempercepat proses pengecoran hingga 50% dibandingkan merakit besi beton manual, sekaligus meminimalisir risiko retak rambut pada hasil coran.
| Jenis Besi | Bentuk Fisik | Kegunaan Paling Umum | Keunggulan Utama |
| Besi Beton | Batang bulat (polos/ulir) | Pondasi & Cor Beton | Fleksibel & Wajib untuk struktur |
| Besi WF | Huruf I | Rangka Gudang/Gedung | Tahan beban tarik/tekan tinggi |
| Besi H-Beam | Huruf H (Presisi) | Tiang Penyangga Besar | Sangat stabil & kokoh |
| Besi Siku | Huruf L | Rak & Kerangka Tangga | Serbaguna & mudah dipotong |
| Besi Hollow | Kotak Berongga | Pagar & Kanopi | Estetis & ringan |
| Besi UNP/CNP | Kanal U & C | Gording Atap | Struktur rangka atap ringan |
| Wiremesh | Jaring Kotak | Lantai Cor (Dak) | Pemasangan cepat & praktis |
Dalam memilih besi konstruksi, satu hal yang tidak boleh ditawar adalah standar kualitas. Pastikan Anda selalu menggunakan besi yang berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia).
Untuk mendapatkan jaminan kualitas tersebut, Fine Steel Indonesia hadir sebagai solusi kebutuhan baja dan besi konstruksi Anda. Sebagai distributor terpercaya, Fine Steel Indonesia menyediakan berbagai jenis profil baja mulai dari WF, H-Beam, hingga besi beton ulir.
Hubungi kami sekarang untuk melakukan pemesanan!