Uncategorized

Apa Itu Besi CNP? Ini Bedanya Dengan Besi UNP!

apa itu besi cnp

Besi CNP atau sering dikenal dengan istilah Lip Channel adalah salah satu profil baja yang dibentuk melalui proses cutting (pemotongan) dan bending (penekukan) pelat besi sehingga membentuk penampang menyerupai huruf “C”. Ciri paling khas yang membedakannya secara visual adalah adanya tekukan ke dalam pada kedua ujung sisinya yang disebut sebagai “bibir” atau lip

Berbeda dengan saudaranya, Besi UNP atau U-Channel memiliki bentuk penampang seperti huruf “U” yang tegas tanpa adanya tekukan bibir di ujung sisinya. Besi ini umumnya diproduksi melalui proses hot rolling atau pembentukan panas, yang menghasilkan material yang lebih tebal, lebih padat, dan memiliki ketahanan terhadap benturan yang jauh lebih tinggi dibandingkan CNP. Karena diproses dengan suhu tinggi, struktur molekul baja pada UNP sangat solid.

Perbedaan Utama: CNP vs UNP

Perbedaan paling mendasar antara keduanya terletak pada desain profil dan distribusi beban. Besi CNP dengan bibirnya didesain untuk kekakuan (rigidity) pada beban statis yang merata seperti atap. Bibir tersebut mencegah besi “terbuka” saat ditekan dari atas. 

Sebaliknya, Besi UNP didesain untuk kekuatan (strength) struktural murni. Bentuk U yang terbuka tanpa bibir membuatnya lebih fleksibel untuk diaplikasikan pada sambungan-sambungan rumit yang membutuhkan pengelasan penuh.

Dari segi dimensi dan ketebalan, Besi UNP umumnya tersedia dalam varian yang lebih tebal dan berat dibandingkan CNP. Misalnya, pada ukuran lebar yang sama (misal 100mm), UNP biasanya memiliki ketebalan badan (web) yang lebih masif karena fungsinya memang untuk menopang beban yang lebih berat. 

Sementara CNP, karena sering digunakan di bagian atas bangunan (atap), diproduksi lebih ringan untuk mengurangi beban mati (dead load) yang harus ditanggung oleh pondasi bangunan. 

Jadi, jika Anda membangun rangka atap, CNP adalah pilihannya. Namun jika Anda membuat rangka mesin atau tiang penyangga berat, UNP adalah jawabannya. Pilihan terbaik memang yang sesuai kebutuhan Anda.

FiturBesi CNP (Lip Channel)Besi UNP (U-Channel)
Bentuk FisikHuruf “C” dengan bibir tekuk (lip)Huruf “U” polos tanpa bibir
Fungsi UtamaGording atap, rangka dinding (cladding)Balok penopang, sasis kendaraan, bracing
Sifat MekanisRingan, kaku, tahan lentur atapBerat, padat, tahan benturan & beban dinamis
Metode SambunganBaut (biasanya) & LasLas Penuh & Baut
Posisi di BangunanBiasanya di area atas (Rangka Atap)Biasanya di struktur utama/bawah

Dalam memilih besi kanal, baik CNP maupun UNP, Anda akan sering mendengar istilah “Besi Banci” di pasaran. Ini merujuk pada besi yang ketebalan atau dimensinya tidak sesuai dengan labelnya. Penggunaan besi banci sangat berbahaya karena berisiko melengkung atau patah.

Oleh karena itu, selalu pastikan Anda menggunakan material besi yang full dan sesuai SNI. Untuk kebutuhan ini, Fine Steel Indonesia dapat menjadi mitra terbaik proyek Anda. Menyediakan berbagai jenis besi, mulai dari besi beton, hollow dan kanal, semuanya ada! Tak hanya itu, kami juga menawarkan baja ringan, kawat, pipa, plat hingga wiremesh.

Hubungi kami sekarang dan dapatkan penawaran khusus hari ini!

FAQ: Pertanyaan Populer Seputar CNP dan UNP

Apakah Besi CNP sama dengan Baja Ringan (Truss)?

Meskipun fungsinya mirip (untuk atap), keduanya berbeda. Besi CNP adalah baja konvensional yang lebih tebal (biasanya hitam atau galvanis celup) dan jauh lebih kuat menahan beban berat dibanding baja ringan tipis (Zincalume/Truss) yang biasa dipakai di perumahan massal. CNP lebih disarankan untuk bentang atap yang lebar (>6 meter).

Bisakah Besi UNP Dipakai Untuk Gording Atap?

Secara teknis bisa, namun sangat tidak efisien. Besi UNP jauh lebih berat daripada CNP. Menggunakan UNP sebagai gording akan menambah beban mati yang sangat besar ke struktur kolom dan pondasi, serta memboroskan biaya konstruksi karena harganya yang lebih mahal per batangnya.

Bagaimana Cara Menyambung Besi CNP Agar Panjang?

Penyambungan Besi CNP biasanya dilakukan dengan teknik double tangkup (dua besi CNP disatukan punggung-punggungnya atau berhadapan membentuk kotak) pada area sambungan, kemudian dibaut atau dilas. Ini dilakukan untuk mencegah titik lemah pada area sambungan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *